Siapa sih yg tidak kenal dengan yang namanya wayang golek? Kesenian yang datang dari Jawa Barat ini adalah merupakan salah satu pertunjukan wayang yang memakai boneka kayu.

Kesenian Wayang Golek yang Begitu Mempesona, Asli Sunda Euy!

Jaman dahulu wayang golek kerap dipakai sebagai media dakwah penyebaran agama Islam. Tetapi saat ini lebih di kenal sebagai satu hiburan tradisional.

Wayang golek adalah satu pertunjukan kesenian wayang di mana tokoh pewayangan yang ada pada satu narasi memakai boneka yang terbuat dari kayu.

Biasanya pemainnya disebut dengan istilah atau nama Dalang. Wayang golek termasuk juga dalam satu diantara model wayang hingga memiliki banyak kemiripan dengan wayang kulit mengenai tokoh dan narasi spesifik.

Diprediksikan wayang golek pertama kalinya dikenalkan pada era ke 17. Mengenai yang memperkenalkannya yaitu Sunan Kudus.

Ketika itu wayang golek jadikan fasilitas dakwah untuk menebarkan agama Islam di orang-orang. Bhs sunda yaitu bhs yang dipakai pada saat itu.

Butuh anda kenali, narasi wayang golek begitu serupa dengan narasi wayang kulit yang ada di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Sebagian narasi seperti mahabarata dan juga ramayana mempunyai tokoh yang sama.

Pada jaman dulu, sesungguhnya wayang golek juga dipakai sebagai satu diantara fasilitas hiburan untuk rakyat umum.

Pentas wayang golek ditampilan di kampung-kampung atau juga desa untuk menghibur rakyat. Diluar itu, wayang golek juga kerap diketemukan pada acara selamatan dan acara-acara yang lain.

Di jaman modern ini, wayang golek nampaknya telah mulai disisipi nilai modernisasi. Walau demikian, wayang golek tetaplah jadi sisi dari histori bangsa Indonesia.

Untuk sekarang ini, wayang golek banyak jadikan sebagai kenang-kenangan atau juga cinderamata beberapa wisatawan.

Perubahan wayang golek dari era 19 hingga era ke 20 tak lepas dari beberapa Dalang yang terus-terusan meningkatkan kesenian yang satu ini.

Satu diantara Dalang yang cukup populer yaitu Ki H. Asep Sunandar Sunarya yang telah memberi satu inovasi pada wayang golek agar dapat ikuti perubahan jaman.

Satu diantara hasil dari kreatifitas Ki H. Asep Sunandar Sunarya yaitu ‘Si Cepot’. Tokoh ini demikian popular hingga saat ini.

Lewat tangan dinginnya, saat ini wayang golek tidak cuma seni yang disebutkan kuno. Tetapi seni tradisional ini mesti selalu dapat berkembang di masa modern sekarang ini.

Wayang Golek mepunyai sekitaran 22 tokoh. Tokoh-tokoh itu diantaranya yaitu Arjuna, Anoman. Aswatama, Bambang Sumantri, Bambang Kaca, Batara Bayu, Batara Guru, Batara Kresna, Batara Rama, Bima, Cepot, Dawala, Denawa Acung, Denawa Cilangap Dan juga Denawa Huntu, Dewi Drupadi, Gatotkaca, Gareng, Nakula Sadewa, Semar Badranaya, dan juga Yudistira.

Dalam pementasan wayang golek mesti memiliki lakon dan alur narasi yang biasanya di ambil dari narasi rakyat dan juga sebagian epik yang bersumber dari ramayana atau juga mahabarata. Bhs yang dipakai yaitu bhs Sunda yang diiringi oleh gamelan Sunda.

Umumnya pementasan ini digunakan sebagai fasilitas dakwah untuk mengajarkan agama Islam mengenai akhlak, filsafat, inti dan sebagian propaganda dan juga pesan-pesan yang lain.

Sebagian Dalang wayang golek yang cukup populer pada jamannya yaitu Abeng Sunarya, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriyadi, Tak tahu Tirayana, dan juga ada banyak yang lain.

Dalam dunia hiburan, kerapkali wayang golek nampak dalam beragam acara tv. Satu diantaranya dahulu ada ‘Overa Van Java’ dan juga ‘Pas Mantab’. Pementasan wayang dalam acara ini kerapkali bikin beberapa penontonnya di buat decak mengagumi akan oleh beberapa pemainnya.

Pastinya pementasan wayang dalam acara ini telah digabung dengan nilai-nilai modern supaya tak berkesan kuno.